Slider

Recent Tube

Wisata

News Scroll

Favourite

Event

Culture

Gallery

» » Sejarah Unit Pertambangan Timah Singkep (UPTS)

Unit Pertambangan Timah SingkepUnit Pertambangan Timah Singkep - (UPTS) atau yang lebih terkenal dengan sebutan PT. Timah Singkep atau Perusahaan Timah Dabo Singkep, berdiri sudah sejak lama. Sejarah pertambangan timah yang ada di Kabupaten Lingga tepatnya di Pulau Dabo Singkep, dulunya berawal pada saat Kerajaan Lingga di Daik masih berjaya. Timah sudah didulang oleh masyarakat dabo secara tradisional sekitar 2 abad yang lalu. Namun seiring dengan perjalanan Sejarah Kerajaan Lingga, di tahun 1934 oleh Perusahaan Belanda Singkep Tin Maatschaappij (SITEM) menggarapnya secara besar-besaran. Dan ditahun 1959 ketika Indonesia sudah merdeka, pertambangan timahpun diambil alih oleh Pemerintah dengan nama Unit Pertambangan Timah Singkep atau yang lebih sering disebut dengan UPTS. Sampai akhirnya PT. Timah Singkep ditutup sekitar awal tahun 1990-an.

Sejarah yang panjang ini telah membuat warga Dabo Singkep sudah sehati dengan timah. Biji timah telah membuat masyarakat Dabo Singkep hidup dengan penuh kemewahan. Kota Dabo Singkep menjadi salah satu kota paling maju di Riau (saat masih bergabung dengan provinsi Riau), bahkan lebih maju dari Tanjung Pinang (ibukota kabupaten pada saat itu). Belum lagi kehidupan warga yang dapat menikmati langsung rezeki yang melimpah seperti apa yang dirasakan oleh karyawan UPTS pada saat itu.

Tahun 1985, merupakan tahun awal dari kemerosotan PT. Timah Singkep. Pada saat itu, terjadilah apa yang disebut dengan tin crash atau malapetaka timah, yang ditandai dengan ambruknya harga timah di pasaran dunia. Harga timah anjlok dari 16.000 Dolar AS menjadi 8.000 Dolar AS per metrik ton.

Dampak dari kemerosotan harga pasar dunia itu, membuat usaha penambangan timah khususnya di Singkep menjadi menurun. Eksplorasi berkurang, laba menurun, dan dampakpun mulai terasa atas warga masyarakat dan karyawan yang bekerja pada saat itu. Salah satu dampak yang paling berat dirasakan oleh warga Dabo Singkep pada saat itu adalah Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang dilakukan kepada karyawan-karyawan Perusahaan. Pemutusan Hubungan Kerja dilakukan Perusahaan secara berangsur-angsur. Lebih kurang sekitar 2.400 karyawan diberhentikan dan diberi "uang tolak" atau "pesangon". Sementara bagi yang tidak di PHK, pindah ke lokasi tambang lain seperti yang ada di Pulau Bangka, Tanjung Batu dan Tanjung Balai Karimun. Seiring itu pulalah, penambangan timah di Pulau Singkep dipindahkan aktivitasnya ke Pulau Karimun dan Kundur.

Pada tahun 1990, penduduk Dabo Singkep masih tercatat 39.000 jiwa. Dan lima tahun kemudian, penduduk Dabo Singkep hanya tinggal 21.000 jiwa saja. Meskipun sekarang sudah naik kembali, namun statistik ditahun 1997 baru sekitar 35.000 jiwa. Tapi sekarang sudah meningkat tajam seiring dengan terbentuknya Kabupaten Lingga yang berada di provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

5 comments:

  1. Pagi ini bertambah lagi pengetahuan saya tentang timah dan sebuah pulau penghasil timah...trima kasih ya!

    ReplyDelete
  2. Sekarang masih ditambang juga kang? Banyak bener udah 2 abad ga abiz2 --"

    ReplyDelete
  3. timah o timah...saya jadi ingat Fatimah temanku.

    ReplyDelete
  4. aku suka postingan dan membacanya enak
    salam persahabatan

    ReplyDelete
  5. cuman tambahan cerita aj... Timah di dulang pertamekali di s.dabo lame....aneh agk nye. Tapi ini sejarah ditemukan Timah di P.Singkep. Posisi jemmbatan sekarang adalah tempat berlabuh ny kapal-2 dr Terangganu, yg ABK Kapal nye sdh kenal dengan Timah. Itu terjadi kira di abad 18 sebelum Traktat Sumatra di tanda tangani. Ini cmn tambahan informasi aj.

    ReplyDelete

Silahkan ketik komentar anda di bawah ini yang bersifat membangun...